10 Contoh Dialog Apologizing 2 Orang (Expressing Apology)

Apa itu apologizing (expressing apology)? Bagaimana membuat dialog apologizing? Simak penjelasan & contoh dialog apologizing dalam percakapan singkat dibawah ini.

Contoh Dialog Apologizing
Contoh Dialog Apologizing

Apa itu Expressing Apology?

Apology atau apologizing bahasa sederhananya adalah meminta maaf. Expressing apology adalah cara untuk mengungkapkan permintaan maaf, mengungkapkan penyesalan atau kesedihan atas tindakan atau kata-kata yang telah menyebabkan kerugian bagi orang lain. Expressing apology biasanya melibatkan pengakuan kesalahan, membuat perubahan (jika memungkinkan), dan berjanji untuk melakukan yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Beberapa ungkapan yang umum dipakai untuk expressing apology (meminta maaf) dalam bahasa Inggris adalah sebagai berikut:

  • I am sorry…
  • I apologize
  • Please forgive me
  • I never meant to…/ I didn’t mean to…
  • I am sorry for…
  • I regret…
  • I am sorry that…
  • I am to blame for…
  • It was my fault that…
  • Forgive me for…

Contoh Kalimat Expressing Apology

  1. I am sorry for what I said.
  2. I apologize for my behavior.
  3. Please forgive me for being late.
  4. I never meant to hurt you.
  5. I regret not being able to attend your party.
  6. I am sorry that I forgot your birthday.
  7. I am to blame for the accident.
  8. It was my fault that the project failed.
  9. Forgive me for forgetting to call you.
  10. I didn’t mean to make you angry.

Contoh Dialog Apologizing (Expressing Apology)

Expressing Apology
Contoh Dialog Expressing Apology.

Berikut beberapa contoh dialog apologizing antara 2 orang dengan berbagai tema:

Dialogue 1: Miss the Class

Father: Your teacher told me that you are absent today. (Gurumu memberitahuku bahwa kamu tidak sekolah hari ini.)

Son: Forgive me, dad. I was late so I couldn’t go to school. (Maafkan aku, ayah. Aku terlambat jadi aku tidak bisa masuk ke sekolah.)

Father: You’ve been absent a lot lately. You need to focus on your studies. (Kamu sering absen akhir-akhir ini. Kamu harus fokus pada sekolahmu.)

Son: Yes, dad. I’m so sorry. (Ya, ayah. Saya minta maaf.)

Father: I don’t want to hear your excuses. You’re grounded for a week. Go to your room and think about what you’ve done. (Aku tidak ingin mendengar alasanmu. Kamu dihukum selama seminggu. Masuk ke kamar  dan pikirkan apa yang telah kamu perbuat.)

Son: Yes, dad. It was my fault. I’m sorry. (Ya, ayah. Itu salahku. Saya minta maaf.)

Dialogue 2: Spilling Coffee

Aisha: I’m so sorry. I didn’t mean to spill coffee on you. (Saya minta maaf. Aku tidak bermaksud menumpahkan kopi padamu.)

Omar: It’s okay, it was an accident. (Tidak apa-apa, itu hanya ketidaksengajaan.)

Aisha: I’ll pay to have your clothes dry cleaned. (Saya akan bertanggung jawab untuk mengeringkan pakaian anda.)

Omar: Don’t worry about it. (Jangan khawatir.)

Aisha: I’m sorry. (Saya minta maaf.)

Omar: It’s okay. A bad day doesn’t exist in the calendar. (Tidak masalah. Hari yang buruk tidak ada di kalender.)

Aisha: You’re a very kind person. Thanks. (Anda orang yang sangat baik. Terima kasih.)

Omar: You’re welcome. Have a good day. (Sama-sama. Semoga harimu menyenangkan.)

Dialogue 3: Broken Arm

Nuru: Hey, are you hurt? (Hei, apakah kamu terluka?)

Mwanzo: Yeah, I think my arm is broken. (Ya, kurasa lengan saya patah.)

Nuru: I am so sorry. I never meant to hit the ball. (Maafkan aku. Aku tidak pernah bermaksud memukul bola.)

Mwanzo: It’s okay. These things happen. (Ga apa-apa. Semua sudah terjadi.)

Nuru: I’ll pay for the damages. (Aku akan bertanggung jawab atas masalah ini.)

Mwanzo: Don’t worry about it. (Jangan khawatir tentang itu.)

BACA JUGA:

Dialogue 4: Bumping into Someone

Jingga: I’m so sorry. Are you okay? (Saya minta maaf. Apakah kamu baik-baik saja?)

Violet: Yeah, I’m fine. (Ya, aku baik-baik saja.)

Jingga: I’m sorry for bumping into you. (Aku minta maaf karena menabrakmu.)

Violet: It’s okay. It was my fault, I wasn’t looking where I was going. (Tidak masalah. Itu salahku, aku tidak melihat jalan.)

Jingga: Well, I’m glad you’re okay. (Aku senang kamu tidak apa-apa.)

Violet: Yeah, me too. Thanks for checking on me. (Ya, saya juga. Terima kasih sudah memperhatikanku.)

Jingga: No problem. Have a good day. (Tak masalah, semoga harimu menyenangkan.)

Violet: You too. (Kamu juga.)

Dialogue 5: Late Payment

Billing Department: Good morning. Can I talk to Mr. Smith, please? (Selamat pagi. Bisakah saya berbicara dengan Tuan Smith?)

Mr. Smith: This is Mr. Smith Speaking. (Ini tuan Smith yang sedang berbicara.)

Billing Department: Mr. Smith, this is the billing department from ABC Corporation. We are calling to remind you that your payment for January is overdue. (Mr Smith, ini departemen penagihan dari ABC Corporation. Kami menelepon untuk mengingatkan anda bahwa pembayarananda untuk bulan Januari telah  jatuh tempo.)

Mr. Smith: I am sorry, I will make the payment today. (Mohon maaf, saya akan melakukan pembayaran hari ini.)

Billing Department: Thank you, Mr. Smith. (Terima kasih tuan Smith.)

Mr. Smith: No problem. I apologize for the inconvenience. (Tidak masalah. Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.)

Billing Department: You’re welcome. Have a good day. (Sama-sama. Semoga harimu menyenangkan.)

Mr. Smith: Thank you, you too. (Terima kasih, semoga harimu juga menyenangkan.)

Dialogue 6: Wrong Order

Waiter: I’m sorry, sir. We made a mistake with your order. (Saya minta maaf Pak. Kami membuat kesalahan dengan pesanan anda.)

Customer: What do you mean? (Apa maksud anda?)

Waiter: We gave you the wrong dish. (Kami memberikan anda hidangan yang salah.)

Customer: Well, can I get the dish I ordered? (Nah, bisakah saya mendapatkan hidangan yang saya pesan?)

Waiter: Of course, sir. I am sorry for the inconvenience. (Tentu saja, Pak. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.)

Customer: It’s okay. These things happen. (Tak masalah. Yang terjadi biarlah terjadi.)

Waiter: We’ll have your order out as soon as possible. (Kami akan membawakan pesanan anda sesegera mungkin.)

Customer: Thank you. (Terima kasih.)

Waiter: You’re welcome, sir. I apologize for the mistake. (Terima kasih kembali pak. Saya minta maaf atas kesalahannya.)

Dialogue 7: Wrong Book

Alisha: Hey, Dina. I just want to return your book. (Hei, Dina. Aku ingin mengembalikan bukumu.)

Dina: Omg. I thought I lost it. (Ya Tuhan. Aku pikir saya kehilangan buku ini.)

Alisha: I’m sorry. I didn’t mean to take it from you. I just took the wrong book. (Aku minta maaf. Aku tidak bermaksud mengambilnya darimu. Aku hanya salah mengambil buku.)

Dina: It’s okay. I’m just glad you found it. (Tidak masalah. Aku  senang kamu menemukannya.)

Alisha: Yeah, no problem. (Ya, tidak masalah.)

Dialogue 8: Sleeping in the Class

Teacher: Excuse me. Are you sleeping in my class? (Maaf. Apa kamu tidur di kelas?)

Student: No, I’m not sleeping. (Tidak, saya tidak tidur.)

Teacher: I’m sorry, but it looks like you are sleeping. (Maaf, tapi sepertinya tadi kamu sedang tidur.)

Student: I’m sorry. I didn’t mean to fall asleep. (Saya minta maaf. Aku tidak bermaksud untuk tertidur dikelas.)

Teacher: It’s okay. Just try to stay awake, okay? (Tidak masalah. Cobalah untuk tetap terjaga, oke?)

Student: Yes, mam. I’m sorry. (Iya bu. Saya minta maaf.)

Teacher: It’s okay. (Tidak apa-apa.)

Dialogue 9: Failed the Exam

Teacher: Hey, Rodri. Do you get zero again? (Hei, Rodri. Apakah kamu mendapatkan nilai nol lagi?)

Rodri: Yeah, I apologize. I can’t do anything right. (Ya, saya minta maaf. Aku tidak bisa melakukan apapun dengan benar.)

Teacher: Come on, Rodri. It’s not that bad. You just need to focus more on your studies. (Ayo, Rodri. Ini tidak seburuk yang kamu pikir. Kamu hanya harus lebih fokus pada sekolahmu.)

Rodri: But, I study a lot! I don’t know what else to do. (Tapi, saya selalu belajar! Saya tidak tahu harus berbuat apalagi.)

Teacher: Let me help you. I’ll give you some extra assignments to help you catch up. (Biarkan saya membantu mu. Saya akan memberikan beberapa tugas tambahan untuk membantumu mengejar ke tertinggalan.)

Rodri: Thank you, mam. I appreciate it. (Terima kasih, bu. Saya menghargainya)

Teacher: No problem. I want you to succeed. (Tidak masalah. Saya ingin kamu berhasil.)

Dialogue 10: Argument with a Friend

Aisha: I can’t believe you said that about me! (Saya tidak percaya kamu mengatakan itu tentang saya!)

Dina: Well, it’s true! (Itu benar adanya.)

Aisha: How can you say that? We’re supposed to be friends! (Bagaimana kamu bisa berkata seperti itu? Kita ini teman!)

Dina: Well, maybe we shouldn’t be friends anymore. (Yah, mungkin kita seharusnya tidak berteman lagi.)

Aisha: Fine! I don’t want to be friends with someone who doesn’t appreciate me! (Baik! Saya tidak ingin berteman dengan seseorang yang tidak menghargai saya!)

Dina: I’m sorry. I regret to say that. I don’t want to lose our friendship. Please, forgive me. (Saya minta maaf. Saya menyesal mengatakan itu. Saya tidak ingin kehilangan persahabatan kita. Mohon maafkan saya.)

Aisha: I don’t know. I’ll think about it. (Entahlah. Saya pikirkan lagi.)

Final Thought

Meminta maaf ketika melakukan kesalahan adalah tindakan yang bijak. Dengan meminta maaf kita menunjukkan sikap tanggung jawab dan peduli kepada orang lain atas tindakan yang sudah kita lakukan. Nah, jika anda berada pada situasi ini, ingatlah contoh dialog apologizing (expressing apology) diatas untuk membantu anda meminta maaf dalam bahasa Inggris.

Add a Comment

Your email address will not be published.

error: