5 Contoh Dialog Present Perfect Tense Beserta Artinya

Bagaimana membuat percakapan menggunakan present perfect tense? Simak contoh dialog present perfect tense antara 2 & 3 orang dibawah ini.

Contoh Dialog Present Perfect Tense
Contoh Dialog Present Perfect Tense

Apa itu Present Perfect Tense?

Sebelum anda membuat dialog present perfect tense, akan lebih baik jika anda faham dulu apa itu present perfect tense.

Present Perfect Tense adalah tense yang digunakan untuk menjelaskan suatu peristiwa di masa lampau, namun peristiwa tersebut masih ada hubungannya dengan masa sekarang.

Contoh Kalimat Present Perfect Tense:

  • I have finished dinner.
  • She has lost her key.
  • They haven’t finished painting the house yet.

Contoh Dialog Present Perfect Tense Antara 2 & 3 Orang

Contoh Dialog Bahasa Inggris Menggunakan Present Perfect Tense
Contoh Dialog Bahasa Inggris Menggunakan Present Perfect Tense. Image via verywellmind.com

Superonlline.com sudah memposting banyak sekali artikel tentang contoh percakapan bahasa Inggris dengan berbagai tema, namun kali ini, kami akan memberikan contoh dialog present perfect tense. Yuk, simak percakapan singkat dibawah ini.

Dialog #1 Tentang Liburan

Lina: Hai, Lily where have you been? I haven’t seen you for a long time. (Hai, Lily kemana saja kamu? Aku sudah lama tidak melihatmu.)

Lily: Hi, I just got back from my vacation in Bali yesterday. (Hai, saya baru saja kembali dari liburan di Bali kemarin.)

Lina: Wow, lucky you. How was it? (Wah, beruntungnya kamu. Bagaimana liburannya?)

Lily: It was great. I went to many places and tried lots of new things there. (Menyenangkan. Saya pergi ke banyak tempat wisata dan mencoba banyak hal baru di sana.)

Lina: Sounds like you had a lot of fun. (Kedengarannya mengasyikan.)

Lily: Yeah, I did. I’m planning to go there again next year. (Ya, tentu. Saya berencana untuk pergi ke sana lagi tahun depan.)

Lina: How many times you have visited Bali? (Sudah berapa kali anda berkunjung ke Bali?)

Lily: It’s my third time. I first went there when I was in high school with my friends and the second time was last year with my family. (Ini yang ketiga kalinya. Saya pertama kali pergi ke sana ketika saya masih di sekolah menengah dengan teman-teman saya dan yang kedua tahun lalu bersama keluarga saya.)

Lina: So, you like Bali? (Jadi, kamu suka Bali?)

Lily: Yeah, I love it. How about you? Have you visited Bali? (Ya, saya sangat suka. Bagaimana denganmu? Sudahkah kamu pergi ke Bali?)

Lina: No, I haven’t. But, I heard that it is a beautiful place. I want to go there someday. (Belum. Tapi, saya mendengar bahwa Bali adalah tempat yang indah. Saya ingin pergi ke sana suatu hari nanti.)

Lily: You should definitely go there. I’m sure you will love it as much as I do. (Kamu harus pergi kesana. Saya yakin kamu akan menyukainya.)

Dialog #2 Tentang Pekerjaan

Gorge: Hey, have you started your new job? (Hei, apakah kamu sudah memulai pekerjaan barumu?)

Andrew: Yeah, I have been working there for two weeks now. (Ya, saya sudah bekerja di sana selama dua minggu.)

Gorge: How do you like it? (Kamu suka?)

Andrew: It’s not bad. I like the people I work with and the company is doing well. (Ya, lumayan. Saya menyukai orang-orang yang bekerja dengan saya dan perusahaan berjalan dengan baik.)

Gorge: That’s great. I’m sure you will be promoted soon. (Itu bagus. Saya yakin kamu akan segera dipromosikan.)

Andrew: I hope so. I’m already thinking about asking for a raise. (Saya harap begitu. Saya sudah berpikir untuk meminta kenaikan gaji.)

Gorge: You should definitely ask for it. You deserve it. (Kamu harus meminta kenaikan gaji. Kamu layak mendapatkannya.)

Andrew: Thanks for the encouragement. I’ll ask for it after I make a huge progress. (Terima kasih atas dorongannya. Saya akan memintanya setelah saya membuat kemajuan besar.)

Gorge: Let me know how it goes. I’m sure you’ll get it. (Beri tahu saya bagaimana kelanjutannya. Saya yakin anda akan mendapatkannya.)

Andrew: I will. Thanks. (Siap. Terima kasih.)

BACA JUGA:

Dialog #3 Tentang Perkenalan

Riza: Hi, Rachel. I heard you have just come back from England. (Hai, Rachel. Kudengar kau baru saja kembali dari Inggris.)

Rachel: Yes, I have been there for six months. (Ya, saya sudah di sana selama enam bulan.)

Riza: Welcome back. How was your trip? (Selamat datang kembali. Bagaimana perjalananmu?)

Rachel: It was great. I met a lot of new friends there. (Menyenangkan. Saya bertemu banyak teman baru di sana.)

Riza: That’s great. By the way, have you met our new neighbor? (Bagus. Ngomong-ngomong, sudahkah kamu bertemu dengan tetangga baru kita?)

Rachel: No, I haven’t. (Belum)

Riza: Come with me and I will introduce you to her. (Ikutlah denganku dan aku akan memperkenalkanmu padanya.)

Rachel: Okay. (Oke)

Riza: Hi, Sarah. This is Rachel. She just came back from England. (Hai, Sarah. Ini adalah Rachel. Dia baru saja kembali dari Inggris.)

Sarah: Nice to meet you, Rachel. (Senang bertemu denganmu, Rachel.)

Rachel: Nice to meet you too, Sarah. How long have you been living in this neighborhood? (Senang bertemu denganmu juga, Sarah. Sudah berapa lama kamu tinggal di lingkungan ini?)

Sarah: I have been here for about a week. (Saya tinggal di sini selama sekitar satu minggu.)

Rachel: Wow, I was in England a week ago. (Wow, saya masih berada di Inggris seminggu yang lalu.)

Dialog #4 Tentang Kesehatan

Astuti: Hi, Jenni. You look tired. Are you okay? (Hai, Jenni. Kamu tampak lelah. Apakah kamu baik-baik saja?)

Jenni: Yeah, I’m fine. I just have a headache. (Ya aku baik-baik saja. Saya hanya sakit kepala.)

Astuti: Have you taken a pain reliever? (Apakah kamu sudah minum obat pereda nyeri?)

Jenni: No, I have not. (Belum)

Astuti: I have told you many times that you should take a pain reliever when you have a headache. (Saya sudah mengatakan kepadamu berkali-kali bahwa kamu harus minum obat pereda nyeri ketika kamu sakit kepala.)

Jenni: I know. But, I don’t like taking medication. (Saya tahu. Tapi, saya tidak suka minum obat.)

Astuti: You should at least try it. It will help you feel better. (Setidaknya kamu harus mencobanya. Ini akan membantu kamu merasa lebih baik.)

Jenni: Okay, I will try it. Thanks. (Oke, saya akan mencobanya. Terima kasih.)

Dialog # 5 Tentang Undangan Pernikahan

Bimo: Hi, Bobi. Where have you been? I’ve just visited your home, but you were not there. (Hai, Bobi. Kemana Saja Kamu? Saya baru saja mengunjungi rumahmu, tetapi kamu tidak ada di sana.)

Bobi: Oh, I’m sorry. I went to my friend’s house. (Oh maafkan saya. Aku pergi ke rumah temanku.)

Bimo: Have you eaten lunch yet? (Udah makan siang belum?)

Bobi: No, not yet. (Belum)

Bimo: Well, let’s go out and have some lunch together then. (Baiklah, mari kita pergi dan makan siang bersama.)

Bobi: Sounds good to me! (Kedengarannya bagus!)

Bimo: By the way, have you heard the news? (Ngomong-ngomong, apakah kamu sudah mendengar beritanya?)

Bobi: No, what happened? (Belum, ada apa?)

Bimo: Tina is getting married next month. (Tina akan menikah bulan depan.)

Bobi: Oh, really? I didn’t know that. (Ah, benarkah? Aku tidak tahu itu.)

Bimo: Yes, and she has invited us to her wedding. (Ya, dan dia telah mengundang kita ke acara pernikahannya.)

Bobi: That’s great! I’d love to go. (Bagus. Saya ingin sekali pergi ke pernikahannya.)

Kami harap contoh dialog present perfect tense diatas bisa membantu anda memahami Present Perfect Tense lebih dalam. Jika Anda memiliki pertanyaan, beri tahu kami di kolom komentar di bawah. Terima kasih sudah membaca artikel di Superonlline.com.

Add a Comment

Your email address will not be published.

error: